Para Penjaga Tradisi Membatik di Kampung Laweyan

DSCF9483-1024x576 Para Penjaga Tradisi Membatik di Kampung Laweyan
Edy Mulyono, pembatik andalan Batik Mahkota Laweyan, tengah membikin pola, Sabtu (30/9/2017).

Kain mori putih ukuran 1×2,5 meter seketika berubah saat tangan gesit Edy Mulyono menyapukan kuas yang dicelup malam kemudian membentuk garis-garis besar tak beraturan. Dalam hitungan menit, kain putih itu sudah memiliki pola setelah lelaki berusia 61 tahun itu membatik dengan menggunakan canting rengreng yang khusus digunakan untuk membuat pola dasar pada kain. Pola-pola yang dibuatnya pun beraneka bentuk. Ada yang bergambar motif lingkaran, dedaunan, hingga mirip dengan kerang dan kupu-kupu. Hebatnya, membuat pola dasar batik ini dilakukannya tanpa sketsa.

Tak sampai 30 menit, separuh kain mori yang diletakkannya di gawangan, yakni alat untuk menyangkutkan dan membentangkan kain sewaktu dibatik, itu sudah berpola. Tak hanya rapi dan halus, pola yang dihasilkan dari aksi sekali goresan canting itu juga unik dan menarik. Ia mengandalkan pengalamannya yang sudah puluhan tahun membatik untuk nglereng atau membuat pola ornamen utama pada kain dengan spontan.

Continue reading “Para Penjaga Tradisi Membatik di Kampung Laweyan”