Mengintip Kasino di Genting Highlands

Jika berwisata ke gunung seperti di Kabupaten Karanganyar maupun Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, tentu tak jauh-jauh dari wisata alam. Jalan yang berkelok-kelok diwarnai pemandangan alam berupa tebing serta bukit-bukit di kanan kiri jalan menjadi pemandangan yang umumnya bakal kita saksikan sepanjang jalan menuju tempat yang akan dituju. Selain itu, udara sejuk hingga kelewat dingin menjadi ciri khas daerah pegunungan.

Maka yang lazimnya dituju adalah sejumlah air terjun, kebun teh ataupun kompleks candi seperti ada yang di Bumi Intanpari, julukan Karanganyar, dengan Gunung Lawu sebagai target utama. Atau jika berkunjung ke Kota Susu Boyolali, hamparan permadani hijau berupa berhektar-hektar ladang tembakau dan sayur-mayurlah yang bakal kita temui sejalan menuju Kecamatan Selo yang terletak di lereng Gunung Merapi, salah satu gunung teraktif di Indonesia.

Akan tetapi, saya justru menemukan pemandangan tak lazim di daerah pegunungan bernama Genting Highlands saat pergi ke Malaysia pada 2013 silam. Azam, seorang kawan lama mengajak saya menyambangi daerah pegunungan yang terletak di antara Pahang dan Selangor, Malaysia, September 2013 lalu. Bukan lading yang saya temui, tapi Genting Highlands merupakan sebuah kawasan pengembangan pariwisata yang terdiri dari hotel, kasino dan taman bermain yang terletak di puncak Gunung Ulu Kali yang memiliki ketinggian 1.800 meter dari permukaan laut (dpl).

Genting menawarkan beragam wisata mulai dari taman bermain, resort, bar, pub hingga kasino. Ketiga tempat terakhir yang saya sebutkan ini membuat saya masih saja geleng-geleng kepala. 

Cara untuk mencapai puncak ini terbilang unik.  Selain bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi, Genting bisa dijangkau dengan bus yang berjarak 35 km atau sekitar 1 jam dari Kuala Lumpur. Setibanya di tempat pemberhentian di Genting Skyway Station, perjalanan justru baru dimulai. Untuk menggapai lokasi theme park super besar ini bisa menggunakan cable car.

18-1024x768 Mengintip Kasino di Genting Highlands
Maxim Hotel di Genting Highlands.

Theme park di Genting Highlands ini mirip objek wisata Trans Studio di Bandung. Sebuah tempat yang dilengkapi dengan beragam wahana permainan indoor dilengkapi dengan wisata kuliner untuk memanjakan lidah hingga belanja. Tak berhenti di situ saja karena Genting menawarkan tempat peristirahatan berupa hotel terbesar di Asia yang memiliki lebih dari 6.000 kamar.

Dari sekian atraksi yang ditawarkan, saya paling penasaran dengan keberadaan kasino-kasino di puncak gunung ini. Bagaimana tidak tercengang karena Genting adalah satu-satunya area perjudian yang dilegalkan di Malaysia bahkan terbesar di Asia Tenggara. Segala jenis permainan judi ada di sini. Saking besarnya, Genting kerap disebut sebagai Las Vegas mini yang resmi dilegalkan sejak 1971.

Sangat mudah menemukan kasino di sini karena setiap hotel yang ada dilengkapi dengan wahana meja judi ini. Selain itu, siapapun boleh masuk ke sana. Hanya, asal Anda bukan orang Melayu, begitu kata kawan saya. Menurutnya, praktik judi ini memang sengaja dilegalkan, tetapi bukan untuk orang Melayu. Melayu memang sarat dengan ajaran keislaman jelas dilarang. Terlebih Malaysia memplokamirkan diri sebagai Negara Islam. Mungkin pelegalan judi di Negeri Jiran ini dimaksudkan agar hanya terpusat di satu tempat saja alias dilokalisasi. 

“Asal bukan orang Melayu mau judi apa saja boleh. Mau ketemu orang Indonesia juga banyak di sini,” ujar kawan saya yang kerap kali menemani orang Indonesia berkunjung ke Negeri Jiran ini.

Kawan saya yang tengah menempuh pendidikan di salah satu kampus terbesar di Malaysia ini bercerita jika orang Indonesia banyak “buang uang” di kasino terbesar di Asia Tenggara ini. Bahkan, ia pernah menemani serombongan “wakil rakyat” dari sebuah daerah di Jawa yang konon tengah melakukan perjalanan dinas mencoba menjajal “wisata” unik di negara kerajaan ini.

Tak hanya merogoh kocek sampai jutaan rupiah di meja judi, tetapi mereka juga menyewa sejumlah “perempuan” untuk menemani hari-hari mereka. Ya, tak dapat dimungkiri judi legal ini berbanding lurus dengan praktik prostitusi. Sebenarnya kawasan ini boleh dibilang cukup bebas. Asal bukan Melayu, Anda bisa melakukan apa saja.

“Harusnya bawa uang banyak ke sini. Kalau mau bawa mobil mending ditaruh bawah lalu ke sini naik cable car daripada “susah” parkir,” kelakar kawan saya.

Dan benar saja, jika tak punya uang cukup di dompet atau rekening tabungan jangan coba-coba menjajal. Karena bangkrut, kantong kering (kanker) dan semacamnya mengintai setiap saat. Satu lagi yang bikin saya geleng-geleng, di area parkir tempat ini tidak ada mobil “jelek”. Sebab, yang kita jumpai minimal sedan kelas camry, Audi, Jeep, Lamborghini  hingga Ferrari.

18-1024x768 Mengintip Kasino di Genting Highlands
Outdoor theme park di Genting Highlands.

Sayangnya, saya tak berani dekat-dekat dengan arena bernama kasino. Cukup melihat dari sedikit dekat. Cukup menikmati indoor park yang luasnya minta ampun lalu menjajal jajanan kecil yang biasa dijual di tepi jalan di Malaysia. Sayang sekali taman outdoor sedang dalam masa peralihan sponsor sehingga ditutup untuk umum.

Kabut yang cukup tebal membuat saya kedinginan minta ampun. Belum lagi ditambah dengan sok berani mencoba wahana Snow World yang bersuhu -7 derajat celcius. Saya tak bisa berlama-lama di wahana ini karena seluruh badan saya rasanya sudah mau membeku. Apalagi naik ke lantai dua yang suhunya bisa mencapai -20 derajat celcius. Berkeliling Genting Highlands pun saya akhiri, daripada saya semakin membeku karena kedinginan. Dasar kulit tropis!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *