5 Alasan Kenapa Harus Wisata ke Penang

Alasan kenapa saya ingin pergi ke Penang karena jatuh cinta pada kulinernya. Ini gara-gara saya dan beberapa kawan kerap kali makan di Kedai Penang, salah satu tenant makanan di Solo Paragon Mall. Kami biasa jajan di sana di sela bekerja dan setelah gajian. Maklum, harga aneka menu khas Malaysia ini cukup menguras kantong sekitar lebih dari Rp25.000/menu. Tapi, harganya sebanding dengan rasanya, enak!

Menu andalannya adalah nasi kandar dengan berbagai lauk, seperti ayam, telur, hingga udang. Sedangkan minuman favorit ada teh tarik. Meski kuliner ini kerap didapati saat kita berkunjung ke Malaysia, menu berbahan utama nasi lemak khas Penang ini terasa berbeda bagi lidah saya. Mungkin karena enggak enek, rempah-rempahnya pas, dan porsinya tidak terlalu banyak. Aromanya makin sedap karena nasinya kerap dibungkus dengan daun pisang.

Tak hanya kepincut dengan menu, saya tertarik ke Penang karena restoran tempat saya makan itu dihiasi dengan wallpaper landscape Penang khususnya Old Town di Georgetown. Penang atau Pulau Pinang merupakan salah satu negara bagian di Malaysia. Georgetown adalah ibukotanya yang tercatat sebagai Unesco World Heritage Sites sejak 2008.

Dari aneka menu ini sukses membikin saya berandai-andai bisa menyantap makanan ini asli dari asalnya. Tak lupa berimajinasi bisa jalan-jalan menyusuri Old Town di Georgetown. Sayang, restoran yang menyajikan kuliner Malaysia ini justru tutup sehingga saya kehilangan tempat makan khas Negeri Jiran  yang cukup enak. Selepas Kedai Penang tutup, saya dan kawan-kawan tak pernah lagi mencicipi hidangan khas Malaysia.

Akhirnya mimpi itu kesampaian pada Januari 2017 lalu. Tak punya destinasi yang jelas, saya dan teman saya, Ata, nekat melancong ke Penang atau lebih tepatnya Pulau Pinang, yang terletak di pantai barat semenanjung Malaysia. Tapi seperti biasa, jika kami bepergian ke suatu tempat yang dituju adalah tempat wisata baik alam maupun sejarah dan kulinernya.

Alhasil, kami menyusun destinasi yang mesti dikungjungi selama berada di Penang sekitar 3 hari 2 malam. Tak hanya mencicipi kuliner khas yang saya idam-idamkan, kami menjelajahi atraksi wisata di Penang, khususnya di Georgetown.

  1. Akomodasi  
Screenshot_1-1024x466 5 Alasan Kenapa Harus Wisata ke Penang

Seperti perjalanan-perjalanan yang telah saya lakukan sebelumnya, saat itu kami tentu saja mengandalkan tiket pesawat murah ala Air Asia ketika berangkat. Saya memilih penerbangan dari Jakarta menuju Kuala Lumpur terlebih dahulu daripada langsung ke Penang. Maklum, ini demi mengirit ongkos setelah saya hitung ternyata lebih irit. Jakarta – Kuala Lumpur ketika itu tiketnya sekitar Rp300.000 – Rp400.000, sementara Kuala Lumpur – Penang harganya sekitar Rp200.000 – Rp300.000.

Akan tetapi, ketika pulang dari Penang saya memilih menjajal transportasi bus. Ini karena saya dan Ata memutuskan untuk mampir ke Ipoh. Ipoh merupakan sebuah kota sekaligus ibu kota negara bagian Perak di Malaysia. Perjalanannya dari Penang ke Ipoh memakan waktu sekitar 2 jam.

Di masa pandemi Covid-19 ini sejumlah penerbangan internasional maupun domestik banyak yang belum dibuka. Kalau pun ada, harganya belum senormal biasanya. Apalagi syaratnya untuk terbang boleh dibilang cukup ketat. Misalnya, mesti melampirkan surat sehat hingga hasil rapid test atau pun swab test, dan sebagainya. Tentunya ini di luar paspor.   

Air Asia misalnya, tiket penerbangan langsung Jakarta – Penang untuk Agustus 2020 dibanderol dengan harga Rp945.000 sekali terbang. Sementara untuk September harganya sekitar Rp875.000 sekali terbang. Penerbangan ini memakan waktu sekitar 2 jam 25 menit.  Ada Malindo Air yang lebih murah sekitar Rp836.000 terbang pada September 2020. Namun demikian, maskapai ini bukanlah direct flight, tapi mesti transit dahulu di Kuala Lumpur. Sebagai catatan, harga tiket ini bisa berubah-ubah sewaktu-waktu. Begitu pula dengan syarat dan ketentuan terbang di masa pandemi corona.

Selain dengan pesawat terbang, dari Kuala Lumpur menuju Penang bisa ditempuh menggunakan bus dan kereta api. Kita bisa menaiki ETS train dari KL Sentral menuju Butterworth dengan lama perjalanan sekitar 4 jam 18 menit. Tarif tiketnya mulai dari Rp224.000 sekali jalan. Akan tetapi, dari Butterworth menuju Pulau Penang atau Pinang kiat mesti menyeberang dengan naik kapal fery selama sekitar 30 menit. (https://www.ktmb.com.my/)

Jika tidak, kita bisa naik bus dari Terminal Bersepadu Selatan (TBS) Kuala Lumpur menuju terminal bus Sungai Nibong, Penang, dengan lama perjalanan sekitar 5 jam. Adapun tarifnya sekitar Rp125.000 sekali jalan.

2. Harga Penginapan

Selama di Penang tak pelu tak perlu khawatir soal penginapan. Status Penang sebagai salah satu situs cagar budaya dunia membuat namanya tersohor di kalangan wisatawan mancanegara. Maka tak heran, ratusan penginapan model hotel berbintang, hostel, homestay, dan vila, tersedia di wilayah yang dulunya merupakan koloni Inggris pada tahun 1786 di bawah pimpinan Kapten Francis Light.

Berbagai akomodasi tempat menginap ini bisa dipesan secara online melalui online travel agent (OTA) macam Traveloka. Tiket.com, Agoda, Pegi Pegi, Booking.com, dan sebagainya. Harga per malamnya bisa disesuaikan dengan kondisi kantong kita. Tarifnya mulai dari Rp60.000-an per orang per malam (model dormitory) hingga jutaan rupiah,

Screenshot_1-1024x466 5 Alasan Kenapa Harus Wisata ke Penang
Ryokan Muntri Boutique Hostel/Traveloka

Sementara saya dan Ata dulu pilih menginap di Ryokan Muntri Boutique Hostel. Hostel yang beralamat di 62 Muntri Street, Georgetown, ini selain mudah dijangkau dengan transportasi umum, terletak dekat dengan sejumlah atraksi wisata, serta dekat dengan tempat kuliner maupun convenience store, seperti 7-Eleven (Sevel).  Hostel ini terdiri dari beberapa tipe kamar, yakni dormitory, standard room, dan luxury double. Tarif untuk dormitory sekitar Rp120.000 – Rp150.000 per orang per malam, standart room Rp330.000 untuk 2 orang/malam, dan luxury double Rp400.000 – Rp480.000 untuk 2 orang/malamnya (termasuk sarapan). Saya dan Ata memesan standart room untuk 2 malam.

3. Biaya Hidup

Sementara untuk biaya hidup atau living cost di Penang terbilang murah, yang jelas lebih murah dari Jakarta. Misalnya, untuk sekali makan harganya mulai dari Rp16.000, air mineral mulai dari Rp3.000, penginapan mulai dari Rp60.000, transportasi umum (bus) mulai dari Rp5.000, taksi Rp6.000 (per km), dan sebagainya. Perkiraan hitungan biaya hidup selama berada di Penang, bisa kamu cek di situs ini https://www.numbeo.com/cost-of-living/in/Penang.

4. Transportasi

Menjelajahi Penang salah satunya dengan jalan kaki adalah hal yang tepat. Meski setelah itu, saya mesti menempelkan sejumlah koyo terutama ke kaki lantaran pegal jalan seharian. Ya, kawasan Old Town di Georgetown paling tepat dinikmati dengan jalan kaki. Tapi, kita juga bisa memanfaatkan rental sepeda yang berada di sejumlah titik.

Rental sepeda ini banyak ditemui di Armenian Street dan Chulia Street. Tarifnya sekitar  RM 10 – RM 20 per hari atau Rp30.000 – Rp60.000. Salah satunya adalah rental sepeda Link Bike (www.linkbike.my).

Tersedia pula bus (Rapid Penang) yang mengaver baik Penang pulau maupun daratan. Bus ini dibedakan dengan nomor plus tujuannya. Misalnya, jika hendak ke Georgetown bisa naik bus nomor 101, 201, 203, atau CAT Bus yang beroperasi di area Georgetown dengan tarif gratis. Sementara tarif Rapid Penang tergantung jaraknya.  Jadwal bus serta rute bisa dicek di situs www.rapidpg.com.my.

Sementara kami ketika itu lebih banyak jalan kaki. Kami sempat naik bus ke Bukit Bendera dan Batu Ferringhi pergi pulang (PP). Maklum, jarak dari hostel ke tempat-tempat tersebut cukup jauh. Selain jalan kami, kami sempat menjajal becak wisata. Konon ini transportasi khas Penang. Bentuk becaknya, mirip dengan ada di Indonesia. Soal harga, alangkah baiknya kita tanya dan tawar-menawar di awal sebelum naik.

5. Itinerari

Jauh-jauh ke Penang tujuan utamanya tentu saja menjelajahi tempat wisata. Saya dan Ata terbiasa membuat itinerari atau destinasi yang hendak kami tuju sebelum bepergian. Tapi, rencana ke berbagai tempat itu bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kami. Itinerari kami buat untuk mempermudah rute atau jalan yang mesti kami datangi selama berada di Penang.

Screenshot_1-1024x466 5 Alasan Kenapa Harus Wisata ke Penang
Batu Ferringhi Beach

Hari pertama kami memilih pergi ke Bukit Bendera atau dikenal dengan nama Penang Hill. Penang Hill terdiri dari sejumlah bukit dengan titik tertinggi sekitar 833 meter dari permukaan laut (DPL). Untuk mencapai puncak tertinggi bukit ini, pengunjung harus naik kereta api atau Penang Hill Railway dengan jalur kemiringan yang bisa memacu adrenalin. Harga tiket Penang Hill Railway ini sekitar Rp82.000 atau RM25.  Di Penang Hill kita bisa melihat pemandangan atau landscape Pulau Penang dari ketinggian. Dari Penang Hill kami menuju ke Kek Lok Si Temple kemudian menghabiskan hari di Batu Ferringhi Beach. Setelah itu hari berikutnya kami berjelajah Old Town George Town sembari berburu mural di Armenian Street dan sebagainya. Hari kedua kami tutup dengan menikmati senja di dekat Fort Cornwallis. Jika pandemi Covid-19 ini selesai, saya ingin kembali ke Penang!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *