Kampung Kemlayan, Gudangnya Seniman Keraton Solo

2017_0902_13160800 Kampung Kemlayan, Gudangnya Seniman Keraton Solo
Dalem Projoloekitan, di Kemlayan, Serengan, Solo, adalah rumah peninggalan dari seorang arsitek keraton Kasunanan Surakarta dan telah berdiri sejak 1874.

Kampung Kemlayan, di Kecamatan Serengan, Kota Solo, ternyata memiliki sejarah panjang mengenai perkembangan seni tari dan musik tradisional Kota Solo. Akan tetapi, keberadaannya terancam lantaran mesti bersaing dengan kemajuan ekonomi bisnis mengingat wilayah ini terletak di antara kepungan pusat perbelanjaan di kawasan Singosaren dan Coyudan.

Maka dari itu, upaya untuk mempertahankan serta melestarikan kawasan bersejarah inilah yang mencoba untuk dilakukan melalui Gelar Potensi Wisata Kampung Kota yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata (Disparta) Solo bersama Laku Lampah, Solo Creative City, dan Bening Arts Management, Sabtu-Minggu (2-3/9/2017) lalu.

Continue reading “Kampung Kemlayan, Gudangnya Seniman Keraton Solo”

Rumah Kuno Gaya Indisch di Kompleks Hotel Harris Pop! Solo

DE6ADEB7-F06D-451B-B9F4-ADDA9499C706-8744-000002EAB26AB167 Rumah Kuno Gaya Indisch di Kompleks Hotel Harris Pop! Solo
Seorang pekerja memperbaiki rumah kuno di kompleks Harris Pop! Hotel Solo, Selasa (26/12/2017).

Keberadaan rumah dengan gaya arsitektur perpaduan Jawa dan Eropa di kompleks Harris Pop! Hotel Solo di Jalan Slamet Riyadi yang sedang dibangun begitu kontras dengan gedung tinggi yang terletak di belakang maupun sampingnya. Rumah gaya hindis itu memang sengaja tak dirobohkan oleh pemilik Hotel Harris Pop Solo.

Rumah kuno bercat kuning kehijau-hijauan yang mulai pudar warnanya itu tengah direstorasi. Rumah ini diyakini berusia ratusan tahun lewat sebuah penanda pada bagian tembok bangunan yang menunjukkan angka 1851. Di bawah angka tersebut ada tulisan MDS yang menandakan kepemilikan.

Continue reading “Rumah Kuno Gaya Indisch di Kompleks Hotel Harris Pop! Solo”

Para Penjaga Tradisi Membatik di Kampung Laweyan

DSCF9483-1024x576 Para Penjaga Tradisi Membatik di Kampung Laweyan
Edy Mulyono, pembatik andalan Batik Mahkota Laweyan, tengah membikin pola, Sabtu (30/9/2017).

Kain mori putih ukuran 1×2,5 meter seketika berubah saat tangan gesit Edy Mulyono menyapukan kuas yang dicelup malam kemudian membentuk garis-garis besar tak beraturan. Dalam hitungan menit, kain putih itu sudah memiliki pola setelah lelaki berusia 61 tahun itu membatik dengan menggunakan canting rengreng yang khusus digunakan untuk membuat pola dasar pada kain. Pola-pola yang dibuatnya pun beraneka bentuk. Ada yang bergambar motif lingkaran, dedaunan, hingga mirip dengan kerang dan kupu-kupu. Hebatnya, membuat pola dasar batik ini dilakukannya tanpa sketsa.

Tak sampai 30 menit, separuh kain mori yang diletakkannya di gawangan, yakni alat untuk menyangkutkan dan membentangkan kain sewaktu dibatik, itu sudah berpola. Tak hanya rapi dan halus, pola yang dihasilkan dari aksi sekali goresan canting itu juga unik dan menarik. Ia mengandalkan pengalamannya yang sudah puluhan tahun membatik untuk nglereng atau membuat pola ornamen utama pada kain dengan spontan.

Continue reading “Para Penjaga Tradisi Membatik di Kampung Laweyan”

Mengejar Marc Marquez Sampai ke Sepang

marc-menang Mengejar Marc Marquez Sampai ke Sepang
Selebrasi Marc Marquez di Sepang

Deru suara mesin motor yang sangat membisingkan telinga mendominasi seantero Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (26/10/2014) siang itu. Saking kerasnya geberan motor itu sampai bikin merinding bulu kuduk saya. Mungkin bagi sebagian orang mereka akan langsung pergi menjauh dari kebisingan yang bikin jantung dag dig dug ini, tetapi bagi saya dan ratusan ribu orang di sini inilah yang sengaja hendak kami temui di Sepang.

Ah, entah sudah berapa lama saya memimpikan berada di antara keramaian ini. Riuh suara motor balap yang dulu hanya sebatas angan-angan terwujud sudah. Balapan motor yang saya tonton bukan sekadar aku kebut biasa, melainkan racing nomor satu di dunia, MotoGP. Saya sampai lupa kapan jatuh cinta pada olahraga ini. Yang saya ingat, dulu namanya masih kelas 500 cc, baru di musim 2002 resmi diganti MotoGP seiring dengan teknologi canggih yang mengikutinya.

Continue reading “Mengejar Marc Marquez Sampai ke Sepang”

Cerita dari Korea (6): Ulang Tahun di Busan

57 Cerita dari Korea (6): Ulang Tahun di Busan
Sunset di Busan

Hey today is your birthday? Happy birthday in Korea. It would be a special birthday to you!” sebuah pesan tiba-tiba masuk ke Facebook Messenger-ku, Kamis (2/10/2014). Aku kaget bukan main karena pesan itu nongol saat hari masih sangat pagi dibalut cuaca dingin di Seoul.

Selepas Subuh, selimut di kasur yang tak cukup tebal terus merayuku untuk melanjutkan mimpi. Aku putuskan sekadar berbaring sambil membaca pesan singkat tadi. Tak mungkin aku lanjutkan tidurku karena hari itu ada banyak hal yang mesti dilakukan sebelum aku dan kawanseperjalananku, Ata, bertolak ke Busan.

Continue reading “Cerita dari Korea (6): Ulang Tahun di Busan”