Ekspansi Generasi Ketiga Kusuma Sari

Tak ada yang meragukan kenikmatan menu-menu klasik fusions Jawa Belanda buatan rumah makan (RM) Kusuma Sari yang terletak tepat di perempatan Nonongan, di Jalan Brigjend Slamet Riyadi no 111, Kemlayan, Serengan, Solo. Maklum, rumah makan yang semula berawal dari usaha katering yang berdiri sejak 1970 ini masih eksis di tengah perkembangan zaman dengan munculnya berbagai variasi makanan kekinian.

Sebut saja menu seperti kroket, selat segar, steak galantin, sup mekarsari, sup galantin, stoop macaroni, hingga es krim, yang jadi andalan rumah makan yang didirikan oleh Sugiarti Waluyo Kusumo atau lebih dikenal dengan Bu Menggung pada 1990-an silam. Di tangan generasi ketiga, Kusuma Sari pun terus berinovasi dan semakin membuka diri. Ekspansi pun dilakukan untuk kali pertama oleh dua cucu Bu Menggung, Herwita Titi Sekartaji dan Endah Trisnowati, sebagai pewaris dengan membuka tenant di Food Park yang terletak di lantai 2 The Park Mall Solo Baru, akhir Juni lalu.

Salah satu pewaris RM Kusuma Sari, Endah Trisnowati, pun bercerita tak mudah meyakinkan keluarga besar serta jajaran komisaris untuk mengembangkan rumah makan warisan ini di tempat lain. Mereka sempat khawatir jika rumah makan di Nonongan ini bakal sepi seandainya Kusuma Sari buka cabang.

“Kurang lebih satu tahun kami usul akan pengembangan ini sehingga komisaris legawa agar kami membuka yang baru. Kami modal nekat. Apalagi zaman sekarang banyak keuntungan yang bakal diperoleh dengan menempatkannya [tenant] di mal. Selama hampir sebulan, kami berhasil mendatangkan lebih banyak pelanggan. Selain itu, kami sudah punya nama sehingga masyarakat langsung tahu,” tuturnya, Jumat (13/7/2018).

Continue reading “Ekspansi Generasi Ketiga Kusuma Sari”

Variasi Daging Merah ala Double Decker

Menu olahan daging merah masih menjadi sajian utama restoran Double Decker yang mengusung konsep casual dining ini. Kali ini restoran yang terletak di lantai dasar Fave Hotel Solo Baru tepatnya di Jalan Ir Soekarno Solo Baru, Sukoharjo, ini kembali menggeber menu promo periode Juli 2018.

Adalah striploin steak yang jadi menu andalan pada Juli 2018 ini. Tak tanggung-tanggung, restoran yang menyajikan menu western ini membanderol striploin steak dengan promo buy one get one hanya dengan harga Rp99.800 (belum termasuk pajak).

Striploin ini merupakan daging sapi yang membungkus bagian tenderloin. Jenis ini adalah salah satu daging primadona karena teksturnya yang lembut dan rasa juicy dari lemak yang cukup terasa. Daging jenis striploin ini lebih lembut daripada sirloin, tetapi lebih keras daripada tenderloin.

Bentuk striploin pun khas dengan  memanjang dari bagian depan hingga sampai perbatasan pinggul sapi dan membentuk sedikit lempengan daging atau disebut strip.

Continue reading “Variasi Daging Merah ala Double Decker”

Cerita dari Lasem (1): Bermalam di Tiongkok Kecil Heritage, Penginapan Bergaya China Indies Belanda

rumah-merah-5 Cerita dari Lasem (1): Bermalam di Tiongkok Kecil Heritage, Penginapan Bergaya China Indies Belanda
Tiongkok Kecil Heritage di Lasem, Rembang.

Berkunjung ke Lasem, salah satu kecamatan di Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah, ini kamu akan seakan memeroleh banyak harta karun. Mulai dari kekayaan tradisi, budaya, sejarah hingga religi yang begitu berharga.

Saya dan seorang kawan pun berkesempatan mengunjungi Lasem pada Sabtu-Minggu (29-30/7/2017) lalu. Dua hari ini kami habiskan untuk berjelajah Lasem, mencari tahu mengenai sejarah, berkunjung ke sejumlah tempat, hingga berburu batik tulis.

Menyadari kami tak paham mengenai Lasem, maka kami meminta bantuan komunitas Kesengsem Lasem untuk menemani kami berjelajah selama dua hari. Kami berangkat dari Semarang pada Sabtu (29/7/2017) pukul 06.00 WIB. Perjalanan menuju Lasem kami tempuh kurang lebih tiga jam menggunakan mobil. Sekitar pukul 09.30 kami sampai di penginapan Tiongkok Kecil Heritage di Desa Karangturi, Lasem.

Continue reading “Cerita dari Lasem (1): Bermalam di Tiongkok Kecil Heritage, Penginapan Bergaya China Indies Belanda”

Cerita dari Thailand (3): Mau Oleh-Oleh dari Thailand? Wajibkan Belanja di Chatuchak Market

ca1-1024x680 Cerita dari Thailand (3): Mau Oleh-Oleh dari Thailand? Wajibkan Belanja di Chatuchak Market
Aneka gelang yang dijual di Chatuchak Weekend Market, Bangkok, Thailand.

Memasukkan Chatuchak Weekend Market ke dalam daftar destinasi wisata ketika berkunjung ke Bangkok, Thailand, adalah hal yang wajib. Tak hanya karena di pasar ini menjual segala jenis barang yang cocok untuk dijadikan oleh-oleh, tetapi juga banderolan harga aneka barang di sana bikin gelap mata. Bagaimana tidak kalap kalau dengan uang Rp100.000 kamu bisa belanja tas sekaligus kaos yang lucu-lucu. Belum lagi sovenir yang unik nan murah meriah bak kacang goreng.

Continue reading “Cerita dari Thailand (3): Mau Oleh-Oleh dari Thailand? Wajibkan Belanja di Chatuchak Market”

Cerita dari Thailand (2): Gampang Susahnya Mencari Makanan Halal di Thailand

bandara Cerita dari Thailand (2): Gampang Susahnya Mencari Makanan Halal di Thailand
Bandara Don Mueang (DMK), Bangkok, Thailand.

Perut saya keroncongan begitu mendaratkan kaki untuk kali pertama di Bangkok, Thailand, pertengahan Mei 2014 lalu. Saya dan dua kawan seperjalanan, mbak Lia, dan mbak Azizah, sampai di negeri Gajah Putih ini melalui Bandara Don Mueang (DMK), Bangkok, pada malam hari sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Saking begitu antusiasnya kami lupa jika terbang dari Jakarta sore hari, perut kami belum terisi terutama makanan berat.

Selain perut yang keroncongan, kami masih harus berpikir bagaimana caranya sampai ke penginapan yang sudah kami booking jauh-jauh hari di kawasan Silom, Bangkok. Apalagi kami baru tahu jarak dari bandara ke Silom ternyata cukup jauh. Di samping itu, karena sudah malam maka transportasi umum yang bisa kami andalkan hanyalah taksi.

Continue reading “Cerita dari Thailand (2): Gampang Susahnya Mencari Makanan Halal di Thailand”

Cerita dari Thailand (1): 5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Berlibur ke Bangkok

IMG_7200-2 Cerita dari Thailand (1): 5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Berlibur ke Bangkok
Grand Palace di Bangkok, Thailand.

Berlibur ke Thailand terutama ke Bangkok mungkin sudah terlalu mainstream. Tapi, tak ada salahnya melancong ke Negeri Gajah Putih yang amat terkenal di antara wisatawan mancanegara ini. Apalagi di negara kerajaan ini kamu enggak perlu harus merogoh kocek terlalu dalam, kecuali kalau memang niat buat belanja. Selain nilai tukar mata uang kita rupiah ke baht tak mahal, harga barang-barang di Thailand ini juga relatif murah. Namun, sebelum pergi kamu perlu memperhatikan beberapa hal berikut agar liburanmu kian menyenangkan. Ada lima hal yang mungkin perlu diperhatikan seperti saat saya ke Bangkok, Mei 2014 lalu.

Continue reading “Cerita dari Thailand (1): 5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Berlibur ke Bangkok”

Kampung Kemlayan, Gudangnya Seniman Keraton Solo

2017_0902_13160800 Kampung Kemlayan, Gudangnya Seniman Keraton Solo
Dalem Projoloekitan, di Kemlayan, Serengan, Solo, adalah rumah peninggalan dari seorang arsitek keraton Kasunanan Surakarta dan telah berdiri sejak 1874.

Kampung Kemlayan, di Kecamatan Serengan, Kota Solo, ternyata memiliki sejarah panjang mengenai perkembangan seni tari dan musik tradisional Kota Solo. Akan tetapi, keberadaannya terancam lantaran mesti bersaing dengan kemajuan ekonomi bisnis mengingat wilayah ini terletak di antara kepungan pusat perbelanjaan di kawasan Singosaren dan Coyudan.

Maka dari itu, upaya untuk mempertahankan serta melestarikan kawasan bersejarah inilah yang mencoba untuk dilakukan melalui Gelar Potensi Wisata Kampung Kota yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata (Disparta) Solo bersama Laku Lampah, Solo Creative City, dan Bening Arts Management, Sabtu-Minggu (2-3/9/2017) lalu.

Continue reading “Kampung Kemlayan, Gudangnya Seniman Keraton Solo”